Dengan menggandeng lembaga international, peserta didik diharapkan tidak hanya pintar dan berkarakter, namun punya wawasan global. Salah satu contoh kolaborasi adalah dengan Kementerian Pendidikan Malaysia.
Kepala Dindik Ponorogo, Nurhadi Hanuri mengatakan bahwa pihaknya merasa senang dengan kolaborasi itu. "Ponorogo mendapat kehormatan sebagai salah satu kota / kabupaten yang dikunjungi oleh Perwakilan Kementerian Pendidikan Malaysia. Ini menunjukan bahwa pendidikan Kabupaten Ponorogo mengalami kemajuan dan menjadi pusat perhatian dari negara lain yang ingin mengadopsi kurikulum dan sistem managemen pengelolaan pendidikan, khususnya di SD IT Darul Falah," katanya.
Adanya kunjungan dari negeri jiran itu diharapkan bisa mendorong dan memotivasi semua stakeholder atau pemangku kepentingan pengelola pendidikan di Ponorogo. Mereka bisa memfasilitasi siswa dan seluruh warganya untuk bisa menjalin kerjasama baik antar sekolah di dalam negeri maupun internasional. Hal itu memberikan kesempatan kepada siswa agar memiliki wawasan yang luas dan berani mengaktualisasikan kompetensi dirinya sehingga memiliki pengalaman hidup yang terbaik.
Kang Bupati Sugiri Sancoko juga mengaku bangga Ponorogo dipilih oleh Kementerian Malaysia. "Meski tidak mempunyai predikat kota pendidikan, tetapi Ponorogo memiliki ratusan pondok pesantren, punya kampus yang banyak. Kolaborasi ini keren, kita bisa saling asah, saling mempelajari, dan saling cinta," ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan Malaysia, Encik Mohf Fahmi bin Ramli menjelaskan, pihaknya memang memilih Ponorogo karena pendidikannya. "Kami datang melakukan studi banding untuk mengadopsi sistem pendidikan di Ponorogo. Malaysia melihat pendidikan di sini ada kemajuan dan kerjasama yang baik. Dan yang baik ini akan kami implementasikan di Malaysia," terangnya.
Contoh lainnya adalah kerjasama sekolah tingkat SMP dengan Oxford International, di mana programnya adalah merintis sekolah bertaraf internasional di Ponorogo. Sekolah yang telah bekerjasama antara lain SMPN 1 Ponorogo, SMPN 1 Jetis, dan SMPN 1 Badegan.
Namun upaya tidak akan berhenti di sana saja, karena Kadindik menegaskan, dirinya mengajak seluruh Kepala Sekolah dan jajaran untuk terus berinovasi, bekerjasama, berkomitmen demi terciptanya layanan terbaik di dunia pendidikan khususnya kepada peserta didik.
"Kita harapkan akan melahirkan generasi muda yang memiliki karakter yang jelas dan terbaik, mulai dari karakter religinya agar menjadikan anak memiliki iman dan taqwa, perilaku kesopanan untuk memiliki anggah - ungguh dan saling menghormati, menyayangi serta mencintai sesama tanpa ada diskriminasi. Memiliki wawasan global, cerdas, dan terampil, serta kritis terhadap suatu permasalahan dalam membangun diri dan peradaban. Memiliki ketrampilan baik akademik maupun non akademik, memiliki kemampuan enterpreneur yang akhirnya menjadikan anak mandiri dan sukses dalam menapaki perjalanan hidup untuk meraih cita - citanya," tegasnya.
Nurhadi bertekad akan terus melakukan inovasi demi mewujudkan pendidikan yang hebat. Pihaknya akan terus maju dan bersemangat untuk mengembangkan lembaganya masing - masing. Terus berkarya dan berani berkompetisi positif agar lahir peserta didik yang berprestasi di segala bidang. "Selamat berjuang, semoga sukses selalu dan pendidikan di Ponorogo menjadi Hebat," ujarnya.
Untuk pendidikan non formal, Dindik juga sudah menyiapkan cara untuk memberikan layanan bagi anak dan masyarakat yang putus sekolah atau tidak melanjutkan sekolah. Anggaran sebesar 1,2 milyar rupiah disiapkan untuk membantu memberikan layanan agar mereka bisa menyelesaikan masa belajarnya, sesuai dengan jenjang pendidikannya masing - masing. Jika semuanya telah terpenuhi haknya untuk bisa lulus dan memperoleh ijazah, maka hal itu juga turut membantu peningkatan IPM di Ponorogo.
Kadindik menegaskan pihaknya tidak menutup pada kritik dan saran yang membangun, karena semua itu bentuk kepedulian pada kemajuan pendidikan di Ponorogo. Kritik dan saran tersebut akan dijawab dengan solusi, semangat, dan kerja keras. Bagaimana pun, memang dibutuhkan proses dan perjuangan untuk mewujudkan pendidikan Ponorogo yang hebat. (Red)



0 Komentar