Facebook

header ads

Grebeg Suro Angkat Martabat Budaya Ponorogo, Simbol Identitas Budaya

GemaSuara, Ponorogo - Event grebeg suro Ponorogo sekarang tidak hanya sekedar keramaian, tapi menjelma sebagai simbol kebanggaan dan identitas budaya Ponorogo.

Hal ini diungkapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam konferensi pers di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Senin (27/05/2024).

"Grebeg Suro telah menjadi simbol kebanggaan dan identitas budaya Ponorogo. Event ini menjadi wahana untuk mengangkat martabat budaya Ponorogo secara internasional," ungkap Kang Bupati.

Grebeg Suro Tahun 2024 akan dilaksanakan pada 27 Juni hingga 6 Juli 2024. Grebeg Suro kali ini menawarkan Expo, Festival Reog Remaja, Festival Reog Nasional, hingga pertunjukan Reog dari mancanegara.

Selain itu, ada belasan acara lain yang turut menjadi rangkaian Grebeg Suro 2024. Kang Giri meminta pelaksana Grebeg Suro untuk membuat konsep yang teliti dan berbeda.

"Kami bercita - cita Reog Ponorogo bisa menambah koleksi Warisan Budaya Takbenda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) yang diakui oleh UNESCO," jelasnya.

Grebeg Suro dengan pementasan Reog Ponorogo bisa menaikkan kelas kebudayaan Ponorogo di mata internasional. Jika kekayaan budaya Ponorogo bisa menarik perhatian, maka posisi Ponorogo dalam peta pariwisata budaya global akan semakin meningkat.

"Kang Giri mengundang semua pihak untuk turut serta memeriahkan Grebeg Suro. Saya yakin festival budaya tahunan ini menjadi kebanggaan bagi Ponorogo dan Indonesia," tegasnya.

Sementara itu, Kadisbudpora Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi menjelaskan, pihaknya telah membuat persiapan sejak jauh hari. Grebeg Suro dan Festival Reog Nasional masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf RI sehingga menjadi event yang mempunyai daya tawar.

"Event Grebeg Suro bukan lagi pemerintah sentris, tetapi event milik masyarakat. Kami berharap lebih banyak elemen masyarakat yang terlibat aktif. Grebeg Suro ini adalah milik semua masyarakat Ponorogo," jelasnya. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar