GemaSuara, Ponorogo - Pameran Pusaka Ponorogo 2024 digelar di Pendopo Agung Kabupaten, Kamis (04/07/2024) mengambil tema "Spirit of Keris for The World".
Berbagai keris dipamerkan, misalnya dari masa / tangguh Budha, tangguh sepuh sangat, sepuh, hingga modern. Untuk jenisnya dari Keris Madura, Keris Lombok, Keris Ponoragan, Jawa Timuran, Palembang, Bangkinang, Bugis Makasar, Riau, Minangkabau, Cirebon, hingga Bali.
Bahkan dua Keris Bali milik Presiden Terpilih, Prabowo Subianto terpajang gagah pada pameran tersebut. Keris itu dibawa oleh Fadli Zon, anggota DPR RI dan Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI).
Fadli Zon memberikan apresiasinya pada pameran itu. Ia ingin agar keris Indonesia yang sudah mendapat pengukuhan dari UNESCO sebagai karya agung warisan kemanusiaan dapat mengisi Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) Ponorogo.
Ke depan, ia berharap ada keberlanjutan. Apalagi Ponorogo saat ini sedang membangun museum sehingga dapat memperkuat pelestarian budaya, termasuk keris.
"Museum yang sedang dibangun akan sangat membantu kekayaan budaya kita. Nanti kita akan bantu mengisinya termasuk saya," ujar Fadli Zon.
Ia bahkan mendorong pengembalian artefak budaya yang tersimpan dan terpajang di Belanda ke tanah air, termasuk ke Ponorogo.
"Kita sudah MoU dengan belanda. Kami melihat ada banyak benda-benda di museum Belanda yang didisplay di sana dari Ponorogo. Nanti Bupati bisa menindaklanjuti," terangnya.
Keris tak hanya bernilai dan indah, tapi juga memiliki ragam potensi profesi. Ada puluhan kategori profesi keris yang bersertikasi, mulai dari empu, mranggi warangka, mranggi hulu, kamasan, penangguh, juru warangan, juru bagus, hingga daurator keris.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko ingin profesi tersebut bisa populer. Sekaligus memperkenalkan dan mendekatkan generasi muda ke dunia keris.
"Salah satu caranya melalui pameran, seminar, dan workshop pusaka seperti ini. Saya ingin memberikan pesan pada generasi muda bahwa keris itu ilmu pengetahuan yang punya nilai seni tinggi," katanya.
Kang Bupati berharap profesi itu kelaj mampu menjadi ekonomi kreatif sehingga mempunyai masa depan yang baik.
"Keris itu bukan semata senjata, melainkan memilikin nilai seni, visual, dan sains. Pasti keris itu layak untuk mengisi MRMP Sampung," pungkas Kang Bupati. (Advertorial/Red)
0 Komentar