Facebook

header ads

Ikuti Panen Raya Nasional, Produksi Gabah Ponorogo Bulan April Bisa Penuhi Konsumsi Setahun

GemaSuara, Ponorogo
Sebagai salah satu wilayah yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional, Kabupaten Ponorogo terpilih menjadi salah satu lokasi Panen Raya Nasional, Senin (07/04/2025).

Panen raya serentak tersebut dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Majalengka dan diikuti secara virtual dari 14 provinsi di Indonesia.

Di Ponorogo, panen raya dilakukan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko dan Forkopimda. Lokasi panen berada di persawahan Desa Ngrandu, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

Panen dilakukan di atas lahan seluas 270 hektare. Meski belum seluruh areal siap panen karena perbedaan waktu tanam, Bupati memastikan bahwa seluruh lahan akan dipanen secara bertahap hingga akhir April. 

"Hari ini kita panen di Ngrandu sudah siap 270 ha, dengan rata-rata satu hektare 8-9 ton. Tapi belum hari ini semua, karena belum semua menguning. Yang penting, April ini 270 ha di sini sudah terpanen," kata Bupati.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025, luas tanam padi di Ponorogo mencapai 76.000 hektare. Dari total tersebut, 11.558 hektare dijadwalkan panen pada bulan April ini.

Dengan estimasi hasil panen 7–9 ton per hektare, Kang Bupati optimis hanya dengan panen bulan April dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Ponorogo dalam satu tahun.

"Jika dikalikan, maka hasil panen April bisa sampai 100 ribu ton. Dalam setahun produksi kita mencapai 470 ribu ton, sedangkan kebutuhan konsumsi hanya sekitar 90 hingga 100 ribu ton. Maka sudah pasti akan ada surplus. Kami siapkan panennya secara bertahap, insyaallah target terpenuhi," terangnya.

Tapi Bupati tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi, terutama terkait rendahnya serapan gabah. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, serapan gabah oleh Bulog masih berada di angka 24 persen.

“Bulog tidak memiliki pengering. Sementara itu pihak pengering sudah terikat kontrak dengan petani, jadi serapan masih rendah,” ungkapnya.

Pihaknya bakal terus mengevaluasi dan mencari solusi tepat agar serapan beras dapat optimal. Misalnya menggandeng bakul - bakul agar yang sudah terikat dengan petani juga bisa didorong ke Bulog. Solusinya akan dicari bersama, yang penting ada diskresi dan intervensi dalam kebaikan.

Tak hanya fokus pada kuantitas, Sugiri juga menaruh perhatian serius terhadap kualitas hasil pertanian. Ia mendorong semakin banyak petani beralih ke sistem pertanian organik. Sistem ini tidak hanya menyediakan bahan pangan lebih sehat, namun nilai ekonomis bagi petani lebih tinggi.

Sementara itu, Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono yang juga mengikuti panen raya menjelaskan, panen raya adalah salah satu upaya untuk menyukseskan Program Pemerintah terkait perkuatan Ketahanan Pangan Nasional.

"Panen raya padi merupakan bukti Kodim 0802/Ponorogo dalam bersinergi dan bekerjasama dengan unsur terkait termasuk para petani. Serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta suksesnya program Pemerintah terkait Kedaulatan Pangan Nasional," jelasnya. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar