Menurut Jamus Kunto Purnomo, Kepala DPUPKP Ponorogo, dulu dinasnya pernah kolaborasi dengan Paguyuban Penambang untuk memperbaiki jalan itu. "Jadi paguyuban itu dulu patungan membeli aspal hotmix, dan pihak kami yang melakukan pengerjaan penambalan. Kolaborasi itu sebenarnya sudah beberapa kali kami lakukan, dan menurut saya, itu sebenarnya luar biasa ya, bersedia patungan," jelasnya, Senin (7/11/2022).
"Mengapa dulu kami yang melakukan, karena proses penambalan itu ada teknisnya, tidak bisa hanya sekadar ditumpuk lalu ditambal. Misal perlu kita lihat dulu tingkat kerusakan, misal rusak sampai pondasi, beda penangannya. Perlu kita gali dulu dan kita padatkan," sambungnya.
Namun untuk bisa tuntas, Jamus mengakui ada beberapa titik di akses jalan yang membutuhkan kinerja ekstra dan cara yang berbeda, tidak bisa hanya sekadar aspal hotmix. "Misal di sekitar jembatan dekat Puskesmas Jenangan itu, itu harus diangkat dan dikerjakan sesuai kualifikasi, tidak bisa hanya ditambal," ungkapnya.
Faktor lain yang turut menghambat penambalan jalan akses tambang adalah Asphalt Mixing Plant (AMC) yang masih penuh orderan. Mesin besar yang berfungsi untuk produksi hotmix dalam jumlah besar itu kini sedang dipakai untuk proyek perbaikan jalan lainnya.
"Jumlah AMP di sekitar Ponorogo itu kan terbatas, dan ini secara berbarengan masih dipakai untuk proyek perbaikan jalan dari PEN, dipakai untuk perbaikan jalan provinsi dan juga nasional," ujar mantan Kepala BPBD Ponorogo itu.
Perlu digarisbawahi, perbaikan jalan di Desa Jenangan itu belum masuk dalam rancangan anggaran. Jika ada perbaikan, sifatnya merupakan kolaborasi antara DPUPKP dan Paguyuban Penambang. Untuk tahun 2022 ini, proyek perbaikan jalan yang dilakukan Pemkab di sekitar Jenangan difokuskan pada dua akses jalan lainnya yaitu Jenangan via Sugihan dan Jenangan via Kemiri.
"Perbaikan dua akses jalan itu tentu diharapkan dapat melancarkan akses transportasi di Jenangan, baik bagi warga umum maupun truk tambang," pungkas Jamus. (Red)

0 Komentar