"Dalam pengamanan perayaan Nataru, kita menerjunkan 300 personil gabungan. Personil yang kita libatkan antara lain dari Polri, TNI, Dishub, Senkom, Banser, organisasi masyarakat, dan Pramuka. Selain itu ada dari Satpol PP, BPBD, Damkar, dan Dinas Kesehatan," ungkap Kapolres.
Apel Gelar Pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personil dan sarana prasarana. Diharapkan pengamanan dapat terselenggara secara optimal, sehingga perayaan nataru mampu berjalan dengan kondusif. AKBP Catur menjelaskan, 8 pos akan didirikan yaitu 1 pos pelayanan, 2 pos pengamanan, dan 5 pos pantau.
"Untuk lokasi pos pelayanan di Jl. HOS Cokroaminoto. Pos pengamanan di Terminal Seloaji dan Jl. Gajah Mada. Sedangkan pos pantau di Pos Mlilir, Badegan, Ngebel, Slahung, dan di Gereja ST Hilarius Kecamatan Sooko," jelas AKBP Catur.
Sedangkan dalam rangka mengantisipasi daerah rawan bencana, pihaknya sudah siapkan tim tanggap darurat bencana. "untuk mitigasi bencana alam sudah kita koordinasi dengan BPBD dan BMKG. Kita sudah siap kan tim tanggap darurat bencana," lanjutnya.
Senada dengan Kapolres, pihak Kodim 0802/Ponorogo menyatakan siap bersinergi dan bekerjasama dengan unsur terkait. "Seperti yang kita rasakan selama ini bahwa Ponorogo senantiasa tertib, aman, dan kondusif. Tentu ini semua terwujud berkat kerjasama yang solid antara TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya termasuk masyarakat," kata Letkol Inf Hirta Juni Adriansyah, Dandim 0802/Ponorogo.
"Terkait Pengamanan Nataru, Kodim 0802/Ponorogo tentu sangat siap bekerjasama dan bersinergi dengan berbagai unsur yang ada termasuk Polres Ponorogo dan unsur lainnya," tambahnya.
Sebagai tanda dimulainya Operasi Semeru 2022, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyematkan pita operasi kepada perwakilan dari anggota Polri, TNI, dan Dishub. Kemudian melakukan pengecekan pasukan, dengan didampingi oleh Kapolres Ponorogo dan Dandim 0802 Ponorogo. (Red)



0 Komentar