Facebook

header ads

Bawaslu Ponorogo Gandeng Jurnalis Ajak Awasi Pemilu 2024


Dalam rangka menjalin dengan insan pers di Ponorogo dan mengajak untuk peduli dalam pengawasan partisipatif, Bawaslu Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan kegiatan sosialisasi di hotel Gajah Mada ponorogo (21/12/2022).

Kegiatan yang dihadiri puluhan insan pers baik dari kalangan media cetak, radio, dan elektronik itu menghadirkan Mahmud Suhermono selaku aktifis media yang sekarang menjabat di PWI Jawa Timur. Mahmud punya rekam jejak panjang dalam dunia pemilu, baik sebagai penyelenggara maupun dalam pengawasan. Hadir juga Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Ponorogo, Bambang Suhendro.

Atas komitmen insan media untuk ikut mensukseskan hajatan pemilu 2024, komunitas wartawan yang terdiri dari PWI ( Persatuan Wartawan Indonesia) Ponorogo di bawah komando Siti Noor Ainie, IJTI ( Ikatan Jurnalis Televisia Indonesia) Mataraman dengan ketua Ahmad Subekhi, KWP (Komunitas Wartwan Ponorogo ) dengan ketua Nur Yasin, dan AWDI ( Asosiasi wartwan Demokrasi Indonesia) dengan ketua Nanang Rianto meneken MOU dengan Bawaslu untuk berkomitmen membangun kesepahaman partisipatif media mengawasi pemilu dengan  Bawaslu.

Dijelaskan Kordiv Humas Bawaslu Ponorogo Juwaini, kegiatan ini sengaja digelar untuk menumbuhkembangkan kesadaran insan pers sebagai pilar demokrasi untuk bisa peduli dengan pemilu yang akan digelar serentak tahun 2024. "Bahwa sebagai media mainstream keberadaan pemberitaan yang valid berimbang dan terpercaya harus terus dipegang oleh teman-teman pers," katanya.

Hal senada diungkapkan Moh Syaifulloh, Ketua Bawaslu Ponorogo tentang adanya peran sentral dari para wartawan yang punya jangkauan akses dan wawasan yang luar biasa dalam berbagai bidang. "Mereka diharapkan bisa turut partisipasi untuk mengawasi tahapan sekaligus andil dengan pemberitaan yang sehat," ungkapnya.

Sementara itu, Mahmud Suhermono menerangkan bahwa keberadaan media mainstream dalam kondisi tidak baik - baik saja. Khususnya denga keberadaan media sosial yang luar biasa diminati maupun diakses oleh masyarakat luas. "Di sisi lain porsi profesional jurnalis yang harus proporsional berimbang hendaknya menjadi nilai lebih dan dapat dipertahankan oleh para wartawan," terangnya.

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo mengatakan bahwa tantangan media sekarang semakin berat. Tetapi dirinya optimis dengan keberadaan media yang adaptif dan punya sisi lebih mengedepankan keakuratan data di lapangan akan terus bisa bertahan. "Ke depan kami berharap sinergi antar kalangan baik wartawan, Pemerintah, dan Pengawas Pemilu semakin intens dalam rangka mensukseskan Pemilu 2024," pungkasnya. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar