Pertemuan itu berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dalam pertemuan, DPD LDII memperkenalkan pengurus baru masa bakti 2022 - 2027. Selain itu, mereka juga ingin berkolaborasi dengan Kejari, khususnya terkait program Jaksa Masuk Pesantren.
Menurut Ketua DPD LDII Ponorogo, Deni Hartanto, program itu penting karena anggota LDII mempunyai sangat banyak para remaja yang membutuhkan arahan dan pembekalan tentang sadar hukum. Bagi LDII, kesadaran hukum merupakan hal yang wajib dipunyai oleh anggota. Rencananya, kegiatan itu akan diadakan di Pondok binaan LDII.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Kejari Ponorogo atas kerjasama yang terjalin selama ini. Kami berharap silaturahmi pada hari ini bisa berlanjut dengan Kegiatan Penyuluhan Hukum kepada Generasi Muda LDII sesuai dengan Program Kejaksaan yaitu Jaksa Masuk Pesantren," terang Deni Hartanto.
"InsyaAllah bisa kita adakan di salah satu Pondok binaan LDII yaitu Pondok Pesantren Imam Mursyid Ponorogo pada bulan ini atau bulan depan," imbuhnya.
Dari rilis yang dikeluarkan oleh LDII, Kejari diketahui menyambut baik ajakan tersebut. Kasi Intel menyampaikan perlunya pemahaman pada remaja atau para penerus bangsa, untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Apalagi di era teknologi informasi sekarang ini, marak kejahatan yang dilakukan melalui internet / medsos, seperti peredaran narkoba dan bullying.
Audiensi ditutup dengan penyerahan Buku Hasil Munas LDII, majalah Nuansa, pamflet LDII, dan profil LDII Kabupaten Ponorogo. Pengurus DPD LDII Ponorogo yang mengikuti audensi dengan Kejari yaitu Deni Hartanto (Ketua), H. Wahyudi (Wakil Ketua 1), H. Sugio. M.M (Wakil Ketua 2), H. Amrizal (Sekretaris), dan H. Drs. Edi Karnoto (Bagian Bantuan Hukum dan HAM). (Red)




0 Komentar