Total 125 peserta didik mengikuti diklat tersebut. Mereka berasal dari SMAN 1 Babadan Ponorogo, SMKN 2 Ponorogo, MAN 1 Ponorogo, dan MAN 2 Ponorogo. Agar mendapat materi yang tepat, SMAZABA menghadirkan pemateri yang kompeten yaitu dari Sat Lantas Polres Ponorogo.
PKS yang terampil sangat diperlukan bagi keempat sekolah tersebut, karena letak sekolah berdekatan dengan ruas jalan raya yang besar dan ramai. "Ini upaya kami agar peserta didik lebih aman, karena 4 sekolah kami berada di dekat jalan yang ramai. Diklat ini sangat berguna, karena berbagai materi diberikan termasuk melatih mental anggota PKS," kata Dr. H. Suroso, M.Pd., Kepala SMAN 1 Babadan Ponorogo, Jum'at (13/01/2023).
PKS memiliki kriteria dalam penjaringan anggotanya. "Jadi tidak semua bisa menjadi anggota PKS. Kelak, kedisiplinan sebagai anggota PKS dapat menjadi bekal ketika peserta didik ingin menjadi polisi atau tentara," terang Kepala SMAZABA.
Sementara itu, Ipda Abdul Cholik, Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Ponorogo menjelaskan, pihaknya memang selalu bersinergi dengan pihak sekolah. Diklat PKS itu pun adalah salah satu bentuk sinergi tersebut. "Kita selalu melakukan sosialisasi dan berkolaborasi dengan sekolah. Ini adalah upaya kami untuk memberikan kesadaran berlalu lintas yang baik pada murid - murid," ujarnya, Jum'at (13/01/2023).
Anggota PKS yang mengikuti diklat diharapkan Cholik dapat menjadi teladan bagi peserta didik lain. "Mereka akan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Kami harapkan mereka dapat menjadi kepanjangan tangan kami dalam mengajarkan tertib berlalu lintas," pungkasnya. (Red)




0 Komentar