Kang Bupati mengatakan, festival tersebut merupakan sebuah wujud pelestarian budaya. Dirinya memuji penampilan 21 tim peserta festival yang menurutnya menyajikan performa terbaiknya, baik dari sisi langgam maupun penampilan.
"Saya ke desa - desa, di sana para ibu - ibu selalu kita dorong untuk melakukan kegiatan positif. Semoga ini menumbuhkan rasa cinta pada budaya karawitan, sehingga budaya ini dapat terus lestari," katanya.
Festival yang berlangsung selama dua hari itu juga menyentuh sektor perekonomian masyarakat, antara lain tukang rias, penjahit kebaya, pelatih karawitan, hingga perajin gamelan.
"Selain nguri - uri budaya, festival ini juga menjadi kincir ekonomi masyarakat. Semoga kelak karawitan dapat menjadi pelengkap program unggulan Kabupaten Ponorogo untuk menjadi Kota Santri, Budaya, dan Wisata," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi menjelaskan, semangat dan tekat PKK untuk melestarikan budaya terlihat jelas dalam festival. Gotong royong membangun Ponorogo Hebat telah menyentuh segala penjuru, termasuk kaum perempuan.
"Hal itu membuat saya optimis pada kesuksesan program - program Pemkab ke depan, apalagi yang menjadi bidang saya yakni kebudayaan, pariwisata, pemuda, dan olahraga. Saya mohon doa dan dukungannya," jelasnya. (Red)




0 Komentar