Facebook

header ads

Kirab Pusaka Grebeg Suro Ponorogo, Tradisi Yang Lestari

GemaSuara, Ponorogo - Kirab Pusaka Grebeg Suro Kabupaten Ponorogo Tahun 2023 berlangsung meriah. Ribuan orang memadati rute yang dilalui kirab, Selasa (18/07/2023).

Kirab jelang 1 Suro itu merupakan tradisi mengenang perpindahan pusat pemerintahan, dari Kuto Wetan ke Kuto Tengah. Tiga pusaka selalu dibawa dalam kirab yakni Sabuk Angking Cinde Puspito, Payung Songsong Kyai Tunggal Wulung, dan Tombak Kyai Tunggul Nogo.


Kirab dimulai Bupati Ponorogo menyerahkan ketiga pusaka itu kepada manggala lampah dan diteruskan kepada bergada pembawa pusaka. Kemudian diarak oleh Forkopimda dengan menaiki kereta kuda.

Arak - arakan itu melewati Jl. Niken Gandini, Jl. Batoro Katong, Jl. Ahmad Dahlan, Jl. HOS Cokroaminoto, Jl. Jenderal Sudirman, dan berakhir di Aloon - Aloon Ponorogo. Di Paseban Aloon - Aloon, Ketiga pusaka tersebut dijamas atau dibersihkan.


Menurut Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, ketiga pusaka itu mencerminkan kepemimpinan yang diharapkan masyarakat Ponorogo.

"Tombak itu pemimpin harus berani dam tegas dalam memberikan rasa aman pada masyarakat. Payung berarti pemimpin harus mampu mengayomi rakyatnya. Sedangkan sabuk itu artinya menahan hawa nafsu," kata Kang Bupati.

Seusai dijamas, ketiga pusaka disimpan di Pringgitan (rumah dinas Bupati Ponorogo). Ketika dibawa menuju Pringgitan, 2 tumpeng besar dikeluarkan. Di sini tradisi berlanjut, masyarakat berdesak - desakan untuk Purak Buceng (Rebutan Tumpeng). (Adv/Red) 

Posting Komentar

0 Komentar