GemaSuara, Ponorogo - Johan Budi Sapto Pribowo menyerap aspirasi masyarakat Ponorogo dalam acara yang bertajuk Aspirasi Masyarakat Badan Kajian MPR RI, Minggu (28/01/2024).
Dalam acara yang dilakukan di Balai Desa Purwosari, Babadan, Ponorogo itu, ratusan masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul dan menyampaikan uneg - unegnya pada Johan Budi.
Keluhan mereka beragam, mulai dari pertanian, korupsi, hingga lapangan kerja. Isu pertanian menjadi sorotan mengingat mayoritas masyarakat Ponorogo bermata pencaharian sebagai petani.
Salah satu isu pertanian yang belum juga tuntas adalah kelangkaan pupuk. Sulitnya mendapatkan pupuk tentu berdampak besar pada produktivitas petani.
"Untuk mendapatkan pupuk, sulit bukan main sehingga kami para petani kesulitan," kata Teguh, petani asal Desa Lembah, Ponorogo.
Harga gabah yang inkonsisten juga dikeluhkan petani. Apalagi belakangan harga gabah naik justru ketika petani telah menjual hasil panen mereka dengan harga murah.
"Keterlambatan kenaikan harga gabah membuat peningkatan hasil tidak bisa dinikmati para petani. Saat petani sudah menjual hasil panen dengan harga murah, harga gabah tiba - tiba naik," keluh Teguh.
Mendengar keluh kesah wong cilik itu, Johan Budi berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi mereka pada komisi yang bertanggung jawab atas di DPR RI.
"Terkait distribusi pupuk, kebijakan pusat mungkin memiliki niat baik, namun untuk pelaksanaannya di tingkat bawah masih jauh dari harapan," terang Johan Budi.
Politisi PDIP itu pun menyatakan akan mengajukan permintaan pada pemerintah untuk serius mengatasi masalah harga gabah. Para petani sangat membutuhkan dukungan untuk meningkatkan hasil panen mereka.
"Mereka perlu dukungan. Apalagi kendala yang dihadapi para petani bukan 2 hal itu saja. Ada serangan hama, perubahan iklim, dan bahkan kehadiran tengkulak. Ini menjadi momok dan tantangan bagi para petani," pungkasnya. (Red)

0 Komentar