GemaSuara, Ponorogo - SMPN 1 Ponorogo membuktikan kompetensinya ketika melakukan wisuda tahfidz, Selasa (21/05/2024). SMPN 1 Ponorogo mampu meluluskan terbanyak pada wisuda tahfidz tingkat SMP se-Kabupaten Ponorogo.
Ada 130 murid yang mengikuti wisuda Tahfidz Al-Quran. Ini adalah wisuda ke-3, sampai bulan Maret SMPN 1 Ponorogo sudah wisuda total 340 peserta didik. Atas capaian itu, Kepala SMPN 1 Ponorogo, Drs. H. Imam Mujahid, M.A. menyampaikan rasa syukurnya.
"Hari ini bersyukur pada Allah atas pelaksanaan wisuda tahfidz. Terima kasih saya sampaikan atas dukungan semua pihak, antara lain wali murid dan komite. Terima kasih juga pada anak - anak atas kesungguhannya dalam belajar," katanya.
Selain itu, lanjutnya, program tahfidz juga ditopang oleh Perbup No. 37 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaran Pendidikan Berbasis Keagamaan. Perbup ini berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Ponorogo.
"Melalui program ini, akan lahir peserta didik yang kompeten dan berakhlak mulia. Tidak hanya cerdas dalam iptek, namun juga dibekali hafalan Al-Qur'an," harapnya.
Jika ini terwujud, maka peserta didik dapat menjadi tokoh yang berperan pada kemajuan bangsa. Tentu hebat jika kelak muncul dokter tahfidz, pemimpin tahfidz, dan lain sebagainya.
Kasek SMPN 1 Ponorogo yang sebentar lagi purna tugas itu menyampaikan selamat dan sukses pada peserta didik. Dia juga minta maaf jika masih banyak kekurangan.
"Selamat dan sukses pada anak - anakku. Saya terharu dan menangis dengan penuh kebahagiaan. Saya mohon maaf banyak kekurangan dalam melayani segala hal dalam kegiatan belajar mengajar. Mudah - mudahan bisa di pertemukan di surganya Allah," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komite SMPN 1 Ponorogo, Dr. Mulyani mengatakan, hafalan Al-Qur'an tidak hanya meningkatkan kualitas keagamaan, tapi juga bekal untuk meneruskan studi ke perguruan tinggi.
"Ada banyak beasiswa bagi penghafal Al-Qur'an. Jadi apresiasi pantas diberikan pada SMPN 1 Ponorogo yang telah berhasil memberikan layanan terbaik kepada murid. Capaian ini perlu didukung dan dilanjutkan," ujar Ketua Komite. (Red)

0 Komentar