Facebook

header ads

Pemkab Ponorogo Gelar Rembug Stunting, Komitmen Cegah Dan Turunkan Angka Stunting

GemaSuara, Ponorogo - Pemkab Ponorogo menggelar kegiatan Rembug Stunting di Hall Hotel Gajah Mada Ponorogo, Senin (27/05/2024). Dalam kegiatan itu, ada deklarasi dan komitmen untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di Ponorogo.

Deklarasi ditandatangani oleh Bupati, Sekretaris Daerah, Kapolres, perwakilan Kodim, Perangkat Daerah, perwakilan TP-PKK Ponorogo, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Rektor, Ikatan Dokter Indonesia Cabang Ponorogo, dan Camat.

Pemkab memang meningkatkan upaya penanganan stunting sebagai bagian dari program nasional untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan deklarasi itu, kolaborasi dan kerja nyata menjadi poin penting dalam mencegah dan menurunkan stunting.


Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan bahwa kolaborasi itu tidak hanya antar lembaga pemerintah. Namun harus melibatkan berbagai elemen masyarakat.

"Semua unsur kita ajak bersama untuk menyelamatkan generasi penerus. Saya meminta semua pihak ikut berpikir bersama untuk menurunkan angka stunting," katanya.

Bupati optimis dapat menekan angka stunting di Ponorogo. Dari data bulan timbang, angka stunting Ponorogo 9,3%. Dia menargetkan tahun 2024 ini dapat turun di angka 5% hingga 4%.

"Walaupun angka stunting di Ponorogo terus turun tiap tahun, kita harus berupaya agar stunting ditekan sejak dini dan menyeluruh. Penanganan stunting mencakup berbagai aspek, dari peningkatan gizi ibu hamil, pemberian makanan tambahan untuk balita, hingga penyuluhan kesehatan," terangnya.

Pemkab gencar melakukan kampanye edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, pola hidup sehat, dan moralitas. Leading sektornya Dinas KB dan Dinas Kesehatan, namun semua pihak diharapkan ikut terlibat.


Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Ponorogo, Henry Indra Wardhana menjelaskan, program pencegahan stunting di Kabupaten Ponorogo dilakuka. secara konsisten.

"Ada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pemberian vitamin zat besi kepada pelajar, lalu Duta Genre yang membantu mengedukasi remaja tentang perencanaan masa depan yang baik," jelasnya.

Di setiap desa ada Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang secara berkala melakukan pendampingan pada ibu hamil. Setelah bayi itu lahir pun, ada program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) untuk sarana edukasi untuk mengasuh anak dengan baik. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar