Facebook

header ads

Polemik Pelabelan Berhala Pada Monumen Reog, Para Seniman Angkat Suara

GemaSuara, Ponorogo - Pelabelan berhala pada Monumen Reog menimbulkan polemik. Para seniman angkat suara menyikapi pelabelan itu. Salah satunya adalah Suyadi, seniman reog dari Paguyuban Regol Wengker.

Dia secara tegas menolak label berhala yang dilekatkan pada Monumen Reog. Menurutnya, pernyataan itu sangat menyakitkan bagi para seniman yang peduli dengan warisan budaya Ponorogo.

"Kami mengecam ucapan terkait berhala yang ditujukan ke Monumen Reog. Monumen Reog itu dibangun sebagai simbol budaya Ponorogo yang adiluhung," ujar Suyadi.

Sebagai bentuk penolakan label berhala, Paguyupan Regol Wengker melakukan aksi damai di Monumen Reog Dan Museum Peradaban (MRMP) di Sampung, Ponorogo, Minggu (26/05/2024). Para seniman mempertontonkan reog sambil memberikan orasi di sekitar monumen.

Suyadi berharap aksi penolakan tidak hanya dilakukan oleh paguyupan Regol Wengker. Tetapi juga melibatkan seluruh seniman untuk menekankan pentingnya melestarikan budaya Reog.

"Para seniman harus bergerak menyuarakan dan mengecam ucapan itu. Karena Monumen Reog bukanlah berhala, melainkan simbol budaya Ponorogo yang harus dijaga dengan baik," katanya.

Sementara itu di tempat dan waktu yang berbeda, Sudirman, seniman senior Reog Ponorogo berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan polemik itu. Dia ingin pembangunan Monumen Reog terus berlanjut.

"Pembangunan Monumen Reog harus lanjut karena itu untuk wadah ekspresi dalam mengukur pencapaian karya. Reog adalah bukti bahwa nenek moyang Ponorogo itu adalah seniman perupa yang hebat," terang Dirman, sapaan akrabnya.

Lanjut Dirman, fisik Reog Ponorogo itu karya seni rupa tiga dimensi yang top. Bahkan dunia mengakui, khususnya di Korea, Reog dinyatakan sebagai Tari Topeng terbesar di dunia. Nenek moyang Ponorogo telah memiliki ekspresi seni rupa dengan karya yang tinggi dan luar biasa.

"Kita kedepankan dari sisi industri pariwisata dan seni serta budaya. Kami berharap Pemkab Ponorogo tetap fokus merealisasikan Monumen Reog sampai benar - benar jadi sesuai waktu yang ditentukan," pungkas seniman asal Paju Ponorogo itu. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar