Facebook

header ads

Grebeg Suro 2026 Ditutup, Sukses Curi Perhatian Nasional

Gemasuara, Ponorogo
Event Grebeg Suro 2026 resmi ditutup Plt. Bupati Lisdyarita di Panggung Utama Alun - Alun Ponorogo, Senin (15/5/26). Rangkaian event yang digelar sejak 6 Juni itu sukses mencuri perhatian nasional.

Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) yang masuk dalam rangkaian acara Grebeg Suro menempati 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) lima tahun berturut-turut sejak 2022. Grebeg Suto telah sukses menjadi etalase budaya dan industri kreatif kebanggaan masyarakat Ponorogo.

Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Dwi Marhen Yono menyebut KEN adalah hasil kurasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terhadap 3.100 event di Indonesia. FNRP mampu meraih Top 10 KEN.

“Kemenpar menjadikan KEN sebagai program strategis nasional untuk mempromosikan pariwisata, memberdayakan UMKM, dan menggerakkan ekonomi daerah,” kata Dwi Marhen saat penutupan Grebeg Suro, Senin (15/6/2026).

Dwi Marhen menyampaikan apresiasi atas event Grebeg Suro 2026. Selain harum namanya sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, Reog Ponorogo dinilainya menjadi budaya yang sarat akan nilai-nilai luhur dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Contohnya Festival Nasional Reog Ponorogo, yang telah menjadi ajang regenerasi seniman sekaligus multiplier atau penggerak ekonomi pariwisata terbesar kedua se-Jawa Timur," ungkapnya.

Kemenpar mencatat FNRP memiliki dampak ekonomi terbesar di Jawa Timur setelah Jember Fashion Carnival. Dwi Marhen menyebut adanya pergeseran tujuan wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia. Mereka tidak lagi melulu mencari destinasi alam yang indah. Melainkan ingin mendapatkan pengalaman budaya yang kuat, khas, dan autentik.

“Tahun lalu ada sekitar 12 juta wisatawan yang datang ke Indonesia. Mereka bukan lagi hanya mengunjungi pantai yang indah, tapi mencari kultur, mencari budaya seperti Reog Ponorogo,” terangnya.

Pariwisata sekarang menjadi salah satu sektor penting dalam menggerakkan ekonomi nasional. Selain menyumbang devisa bagi negara, pariwisata juga memiliki kekuatan besar dalam menghidupkan ekonomi masyarakat melalui kunjungan wisatawan, budaya, kreativitas, dan produk lokal.

Sementara itu, Lisdyarita mengatakan, hadirnya Grebeg Suro merupakan wujud nyata kecintaan dan upaya melestarikan budaya daerah. Ia mengajak masyarakat untuk terus merawat Reog Ponorogo sebagai jati diri daerah dan penggerak ekonomi kreatif masyarakat.

"Grebeg Suro mampu menjadi motor penggerak ekonomi. Okupansi hotel naik yang menandai tingkat kunjungan wisatawan ke Ponorogo meningkat. Pelaku UMKM, pegiat ekonomi kreatif, hingga PKL merasakan manfaatnya. Mari terus jaga tradisi, lestarikan budaya, dan memajukan Ponorogo tercinta," ujarnya. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar